Teheran/Tel Aviv – Dunia hari ini terbangun dengan berita mengejutkan mengenai eskalasi militer terdahsyat di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Pada Minggu, 1 Maret 2026, operasi militer gabungan berskala besar yang diluncurkan oleh Israel dan Amerika Serikat telah mengubah peta konflik kawasan menjadi perang terbuka.
Kronologi Serangan: "Operation Lion's Roar"
Serangan dimulai pada Sabtu malam hingga dini hari tadi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan dimulainya "Operation Lion's Roar" (Auman Singa), sementara Presiden AS Donald Trump menyebut keterlibatan Amerika sebagai "Operation Epic Fury".
Target Utama: Gelombang serangan udara dan rudal menyasar infrastruktur nuklir Iran, fasilitas rudal balistik, radar pertahanan, serta pusat komando militer di Teheran, Isfahan, dan beberapa kota lainnya.
Target Kepemimpinan: Laporan dari intelijen Israel mengklaim bahwa serangan presisi telah menghancurkan kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran.
Nasib Ayatollah Ali Khamenei: Simpang Siur
Isu paling krusial hari ini adalah kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Klaim Israel: Netanyahu menyatakan ada "banyak tanda" bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut. Pejabat senior Israel bahkan mengklaim jenazahnya telah ditemukan.
Bantahan Iran: Media pemerintah Iran (IRNA dan Tasnim) membantah keras kabar tersebut, menyatakan bahwa Khamenei tetap "teguh memimpin di lapangan" dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman sebelum serangan terjadi.
Respons Iran: Serangan Balasan ke Pangkalan AS
Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) segera meluncurkan ratusan rudal balistik ke arah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh kawasan, termasuk di Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Sirene serangan udara terdengar di seluruh wilayah Israel utara hingga Tel Aviv, memaksa jutaan warga sipil masuk ke bunker perlindungan.
Dampak Global yang Instan
Penutupan Wilayah Udara: Iran, Israel, Irak, Yordania, dan beberapa negara Teluk telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil.
Krisis Energi: Laporan menyebutkan Iran telah menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dunia, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi global secara drastis.
Kemanusiaan: Laporan awal menyebutkan lebih dari 200 orang tewas di Iran, termasuk korban sipil akibat serangan yang mengenai area pemukiman dan sekolah.
Analisis Singkat
Para ahli geopolitik menilai ini bukan lagi sekadar "perang bayangan". Dengan target yang menyasar langsung kepemimpinan tertinggi dan infrastruktur nuklir, tujuan operasi ini tampaknya adalah perubahan rezim secara total. Tantangannya kini adalah apakah konflik ini akan menyeret kekuatan besar lainnya seperti Rusia atau China ke dalam pusaran perang.
