Sebagai catatan, suku bunga deposito bersifat fluktuatif dan mengikuti kebijakan bank. Per 2026, kita bisa menggunakan estimasi rata-rata suku bunga deposito Rupiah di kisaran 3,00% per tahun (angka ini bisa lebih tinggi atau rendah tergantung kebijakan BCA saat ini dan nominal saldo).
Berikut adalah rumus dasar yang digunakan untuk menghitung bunga deposito bersih (setelah dipotong pajak 20% untuk saldo di atas Rp7.500.000):
Simulasi Estimasi Keuntungan
Misalkan Anda menempatkan dana sebesar Rp50.000.000 dengan asumsi bunga 3,00% p.a. (per tahun):
| Tenor | Perhitungan Bunga Kasar | Pajak (20%) | Total Bunga Bersih (Diterima) |
| 1 Bulan | Rp125.000 | Rp25.000 | Rp100.000 |
| 3 Bulan | Rp375.000 | Rp75.000 | Rp300.000 |
| 6 Bulan | Rp750.000 | Rp150.000 | Rp600.000 |
| 12 Bulan | Rp1.500.000 | Rp300.000 | Rp1.200.000 |
Tips Memaksimalkan Deposito BCA Anda:
Pilih e-Deposito: Seringkali suku bunga yang ditawarkan melalui aplikasi myBCA sedikit lebih kompetitif dibandingkan pembukaan di cabang (tergantung promo berjalan).
Gunakan ARO Plus: Jika Anda tidak membutuhkan uangnya dalam waktu dekat, pilih fitur Automatic Roll Over (ARO) Plus agar bunga yang didapat otomatis ditambahkan ke pokok untuk periode berikutnya (efek bunga berbunga).
Perhatikan Nominal: BCA biasanya memiliki tingkatan (tiering) bunga. Semakin besar saldo yang Anda tempatkan, ada peluang mendapatkan persentase bunga yang lebih tinggi.