7 Kelemahan Mobil Listrik yang Wajib Anda Tahu di 2026: Masih Layak Beli?

 Popularitas mobil listrik di Indonesia memang sedang meroket. Dengan janji bebas ganjil-genap dan biaya operasional yang rendah, banyak orang mulai melirik kendaraan ramah lingkungan ini. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk meminang satu unit di tahun 2026 ini, ada baiknya memahami sisi lain yang jarang dibahas di brosur penjualan.



Berikut adalah daftar kelemahan mobil listrik yang perlu Anda pertimbangkan agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Infrastruktur SPKLU yang Belum Merata

Meski pemerintah terus menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), ketersediaannya di luar kota-kota besar masih menjadi tantangan. Bagi Anda yang sering melakukan road trip ke daerah pelosok, risiko kehabisan daya di tengah jalan masih menghantui karena waktu pengisian daya tidak secepat mengisi bensin di SPBU.

2. Waktu Pengisian Daya (Charging) yang Lama

Berbeda dengan mobil bensin yang hanya butuh 5 menit untuk full tank, mobil listrik membutuhkan waktu lebih lama.

  • Fast Charging: 30–60 menit untuk mencapai 80%.

  • Home Charging: Bisa memakan waktu 6–10 jam hingga penuh. Ini menuntut manajemen waktu yang ketat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

3. Depresiasi Harga Bekas yang Tinggi

Salah satu kekurangan mobil listrik yang paling dirasakan pemilik pertama adalah nilai jual kembali (resale value). Di tahun 2026, data menunjukkan depresiasi EV bisa mencapai 30%–40% di tahun-

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama